Mengemban dua tanggung jawab berat sekaligus, antara pekerjaan dan keluarga merupakan dilema yang hampir dijumpai oleh setiap orang. Keduanya sama penting dan menjadi prioritas dengan tanggung jawab yang sama besar. Dalam kenyataannya, hanya sedikit saja yang beruntung bisa menyeimbangkan keduanya, ada yang cemerlang di karir namun keluarga terabaikan dan adapula yang keluarga bahagia namun karir stagnan tidak berkembang. Artikel berikut akan membahas beberapa cara efektif yang dapat diterapkan untuk menyeimbangkan antara karir dan keluarga.

family and career

Mencapai keseimbangan antara karir dan keluarga artinya Anda harus bekerja ekstra mengelola kehidupan profesional dan kehidupan pribadi. Tidak mudah memang, namun Anda dapat mencoba beberapa hal berikut ini untuk meminimalisir ketimpangan antar keduanya.

  1. Tentukan Prioritas

Lakukan analisis kegiatan yang Anda lakukan dalam rutinitas mingguan. Lihat, dimana dan kapan saja waktu Anda yang benar-benar tersita akan kesibukan kerja.  Disini Anda akan melihat untuk hal-hal apa saja waktu Anda tersita. Kemudian luangkan waktu serius untuk merenungkan hal-hal apa saja yang paling penting bagi Anda, dan membuat daftar prioritas utama Anda baik di tempat kerja maupun di rumah. Lakukan analisa, Apa yang harus Anda lakukan, berhenti dilakukan, terus dilakukan, melakukan lebih banyak, mengurangi, serta di lakukan secara berbeda? Susunlah daftar kegiatan berdasarkan prioritasnya dan jadikan sebagai tujuan yang konkret. Tetapkan batas wajar dan realistis tentang apa yang akan dan tidak akan Anda lakukan di tempat kerja dan di rumah. Komunikasikan batasan-batasan tersebut kepada atasan Anda, rekan kerja dan keluarga.

  1. Perhatikan Kesehatan

Kesehatan sangat penting untuk diperhatikan karena kesehatan lah kunci utama dari segalanya. Jika kondisi kesehatan tidak berada dalam kondisi yang baik secara mental amupun emosional, maka Anda tidak akan bisa melakukan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Anda harus menjaga kesehatan dengan mangonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, melakukan olahraga teratur dan istirahat yang cukup. Sesibuk apapun, makan, olahraga dan tidur adalah tiga hal fundamental yang harus dipenuhi. Hindari penggunaan alkohol, tembakau atau zat-zat berbahaya lainnya untuk mengurangi stress. Zat-zat tersebut hanya menghilangkan stress sesaat dan akan menimbulkan lebih banyak masalah kedepannya.

  1. Perhatikan hubungan pribadi/keluarga

Hubungan dengan keluarga, teman dan orang terkasih adalah sumber terbesar dari dorongan semangat dan kepuasan batin. Pekerjaan tidak seharusnya mengorbankan hubungan pribadi. Misalkan, ada suatu hari ketika pekerjaan Anda terasa begitu berat dan Anda harus lembur untuk menyelesaikannya, maka dorongan semangat dan perhatian dari keluarga tentunya akan sedikit meringankan beban Anda. Hubungan pribadi yang baik berkontribusi banyak terhadap kesuksesan karir dan produktivitas kerja.

  1. Miliki “me time

Selain fokus terhadap pekerjaan dan keluarga, Anda pun harus memiliki waktu yang baik bagi diri Anda sendiri. Me time, harus Anda miliki untuk memanjakan dan memberikan sedikit istirahat bagi diri sendiri atas berbagai tuntutan yang ada. Ambillah waktu beberapa menit per hari untuk melakukan berbagai hobi maupun kesenangan Anda. Ini akan memberikan dampak yang sangat prositif terhadap keberhasilan hubungan profesionalisme di tempat kerja juga hubungan dengan keluarga.

  1. Bekerjalah lebih pintar, bukan lebih keras

Kemampuan menggunakan waktu secara efisien merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Pengorganisiran beberapa hal dapat mengurangi durasi waktu pekerjaan menjadi lebih singkat. Anda dapat membentuk pengaturan yang memungkinkan Anda untuk bekerja lebih produktif, sementara pada saat yang sama juga mengurangi stres dan memperbanyak waktu untuk pribadi / keluarga yang berharga.

 suport-of-family

  1. Mengetahui kapan Anda butuh bantuan

Kewalahan saat melakukan pekerjaan yang berat dan banyak adalah suatu hal yang wajar, dan meminta bantuan saat Anda benar-benar butuh bukanlah satu hal negatif yang tidak boleh dilakukan. Kebanyakan orang mengedepankan ego dan gengsi sehingga tidak mau meminta bantuan ketika mereka benar-benar membutuhkannya. Anda bukanlah manusia super yang bisa melakukan segala pekerjaan sendirian. Ceritakanlah, mintalah bantuan dari rekan kerja maupun keluarga terdekat. Menanggung beban pekerjaan sendirian dapat menyebabkan Anda mengalami stress berat, hingga berujung pada ketidakmaksimalan terhadap keduanya, baik karir maupun keluarga.

Dibutuhkan upaya dan komitmen yang serius untuk mencapai keseimbangan antara karir dan keluarga,. Ingat, kita bukanlah robot, tetapi manusia. Kebahagiaan batin maksimal akan diperoleh ketika kita dapat menyeimbangkan antara karir dan keluarga.

Writer                            : Tri Oktariani Putri, A.Md.Gz

Editor & Proofreader : Jansen Ongko, MS.c, RD

Referensi :

Mory, Amy. 2014. The Five Things Successful Working Parents Give Up To Reach A Work-Life Balance. http://www.forbes.com/sites/amymorin/2014/01/20/the-five-things-successful-working-parents-give-up-to-reach-a-work-life-balance/#347496bd6e2f

Tim Kehl. 2012. 12 Key Strategies to Achieving a Work-Life Balance. http://www.industryweek.com/leadership/12-key-strategies-achieving-work-life-balance