Kecerdasan

Satu hal yang paling membedakan manusia dengan mahluk hidup lain adalah adalah kecerdasan ilmiah yang dapat berkembang seiring bertambahnya usia. Sayangnya tidak semua orang mampu mengoptimalkannya. Padahal, kecerdasan ilmiah berperan penting terhadap kesuksesan seseorang. Lantas, apa saja yang dapat meningkatkan kecerdasan ilmiah kita? Berikut ini penjelasannya:

1. Memiliki visi terhadap masa depan karirnya sendiri

Bukan hanya perusahaan yang membutuhkan visi. Kita pun demikian. Mengapa? Karena visilah yang bisa memberi kita kekuatan untuk terus melangkah maju, terutama di masa-masa sulit. Pada perjalanan kerja kita, tidak selamanya akan diberikan kemudahan. Namun, apabila kita dapat berpegang teguh pada visi; semua cobaan itu terasa lebih memungkinkan untuk dihadapi. Selama bekerja, kita juga dihadapkan pada banyak godaan seperti tergoda keuntungan sesaat atau menggunakan jalan pintas yang tidak pantas secara etika. Namun, selama kita mengingat visi pribadi kita, maka kita akan terhindar dari jerat yang bisa merusak perjalanan karir kita.

 

2. Terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri

Saya pernah memerhatikan latar belakang orang-orang yang saat ini menduduki posisi penting dalam karirnya. Ternyata, mereka tidak beda dengan kebanyakan orang. Sama-sama memiliki ketakutan dan ketidak yakinan diri seperti kita. Tingkat ilmunya juga tidak terlampau jauh dari kita. Tetapi, mereka melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh kebanyakan orang pada umumnya, yaitu; terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Begitu banyak orang yang merasa cukup dengan pengetahuan dan keterampilan kerja yang dimilikinya dan merasa sudah bisa segalanya. Tak jarang mereka mempermasalahkan; kenapa saya dibayar segini saja? Berbeda dengan orang-orang hebat yang patut menjadi contoh yang saya sebutkan tadi. Meskipun ilmunya semakin tinggi, mereka tidak pernah merasa sudah bisa segalanya dan terus meningkatkan kualitas profesionalismenya. Makanya, orang yang merasa sudah bisa sering ketinggalan oleh mereka yang mau terus mengasah diri. Kemauan terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri membuat mereka menapaki tingkatan yang tinggi dan tidak tertandingi oleh siapa pun.

 

3. Membuat kinerja tinggi dengan optimalisasi diri

Setiap karyawan dipekerjakan untuk berkontribusi dalam kadar tertentu yang tertera dalam job descripton-nya, dan dipaparkan secara detail melalui strategic objective tahunannya. Banyak orang yang kinerjanya bagus namun mendedikasikan kinerja tinggi tersebut untuk mencari uang semata. Maka ketika imbalan yang diterima dinilai tidak sepadan dengan kontribusi yang mereka berikan kepada perusahaan, mereka kemudian ‘mengerem’ kinerjanya sehingga produktivitasnya pun menurun.

Berbeda dengan orang-orang hebat yang saya temui. Mereka tidak memusingkan soal imbalan. Karena mereka percaya bahwa ada hal yang lebih penting dari sekedar imbalan, yaitu; aktualiasi dari kemampuan dirinya. Mereka terus fokus kepada usaha-usaha untuk mengoptimalkan kapasitas diri. Makanya, tidak heran jika kinerjanya yang tinggi tidak terpengaruh oleh faktor luar. Dalam jangka pendek, mungkin tidak ada bedanya imbalan yang mereka terima dengan apa yang didapatkan oleh orang lain yang bekerja biasa-biasa saja. Namun dalam jangka panjang, cepat atau lambat mereka akan memperoleh kesempatan yang akan mengubah status ekonominya menjadi lebih baik.

 

4. Membangun reputasi secara menyeluruh

Karir seseorang tidak bisa dibangun hanya dengan reputasi baik di hadapan orang-orang tertentu saja. Mungkin memang ada orang yang karirnya menanjak hanya karena reputasi baik di depan atasannya belaka. Namun tetap saja, karir yang dibangun dengan reputasi secara menyeluruh jauh lebih berbobot. Apa artinya reputasi menyeluruh itu? Yaitu reputasi positif yang kita bangun di hadapan semua orang yang berkaitan dengan karir kita. Bukan hanya bagus di hadapan atasan, melainkan juga bagus di mata kolega, bawahan, departemen lain, pelanggan, bahkan pesaing-pesaing kita. Pendek kata, reputasi yang dibangun di orang-orang sekeliling kita.

Orang yang berhasil membangun reputasi menyeluruh kelak akan berhasil memanen buahnya berupa kepercayaan dan kesempatan yang tidak dipungkiri lagi kemampuannya. Karena semua orang tahu, bahwa dia memang layak mendapatkannya. Jika belum terasa manfaatnya, konsisten dan bersabarlah.

 

5. Tetap rendah hati meski memiliki posisi tinggi

Di antara orang-orang yang berhasil membangun karir cemerlangnya, memang ada orang yang jadi sombong, angkuh dan lupa diri. Namun, sejauh yang saya ketahui sebagian kecil di antaranya justru adalah mereka yang tetap rendah hati. Mereka tidak merendahkan orang lain hanya karena posisinya lebih tinggi. Justru mereka memuliakan orang lain dengan jabatan tinggi yang disandangnya.

Lagi pula, jika posisi kita sudah tinggi; mengapa kita harus bersikap tinggi hati, bukan? Tanpa diminta pun orang lain akan menghormati kita. Hanya saja, apakah penghormatan orang lain itu tulus atau tidak; sangat ditentukan oleh cara kita membawa diri. Kita bisa saja menaruh hormat kepada orang berpengaruh yang tinggi hati. Namun, kita akan kesulitan untuk tulus menghormati mereka. Beda sekali dengan rasa hormat yang kita berikan kepada orang yang berposisi tinggi namun rendah hati (ramah). Mereka benar-benar layak mendapatkan penghormatan yang tulus. Itulah sebabnya, mengapa kadang di hati kecil kita berharap jabatan orang yang tinggi hati segera diganti oleh orang yang berkualitas tinggi namun rendah hati.

 

Kontributor : Jansen Ongko