Inflamasi atau peradangan dapat didefinisikan sebagai proses terjadinya pembengkakan yang bersifat panas disertai nyeri pada jaringan karena cedera fisik, infeksi, atau reaksi alergi. Peradangan yang terjadi pada suatu jaringan tubuh merupakan salah satu respon biologis dari sistem kekebalan tubuh manusia. Simak artikel berikut untuk pembahasan yang lebih mendalam.

inflamation

Berikut ini adalah tanda-tanda dari proses peradangan:

  • Nyeri – daerah yang meradang cenderung nyeri, terutama ketika disentuh karena menjadi lebih sensitif;
  • Kemerahan – Perubahan warna ini karena pembuluh kapiler yang diisi dengan lebih banyak darah dari biasanya;
  • Immobilitas – Kemungkinan adanya kehilangan beberapa fungsi mobilitas gerakan pada bagian tubuh tertentu dimana terjadi peradangan;
  • Pembengkakkan – Kondisi ini disebabkan oleh akumulasi cairan;
  • Panas – Semakin banyaknya darah yang terkumpul di daerah yang terkena membuatnya terasa panas saat disentuh.

Peradangan dapat terjadi pada bagian tubuh luar ataupun pada bagian tubuh dalam seperti organ. Dengan mengurangi peradangan, tubuh kita akan menjadi sehat dan berfungsi secara optimal.

Masalah-masalah kesehatan seperti obesitas, penambahan kadar lemak tubuh terlalu banyak, permasalahan jantung, arthritis, diabetes, kanker, dan berbagai macam masalah pencernaan, sangat erat hubungannya dengan terjadinya peradangan pada tubuh atau organ tubuh.

Acute pain in a woman hand. Isolation on a white background

Sebagai atlet atau seseorang yang aktif dalam olahraga, tentu kita tidak asing dengan peradangan yang diakibatkan oleh cedera atau akibat dari latihan. Tetapi terdapat juga peradangan seperti pada infeksi virus yang menyebabkan radang tenggorokan contohnya, merupakan reaksi dan respon normal yang dibutuhkan oleh sistem imun tubuh untuk melawan infeksi tersebut. Jenis peradangan seperti ini disebut dengan active Inflammation / peradangan aktif. Peradangan seperti ini biasanya hanya berlangsung relatif singkat atau berlangsung hanya beberapa hari. Jenis peradangan aktif yang berlangsung lebih lama dinamakan chronic inflammation (peradangan kronis), dapat berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Jenis inflamasi kronis inilah yang harus diwaspadai agar kita memperoleh kondisi tubuh yang lebih sehat.

Berikut ini adalah beberapa strategi jitu untuk mengurangi peradangan:

  • Hindari lemak trans dari pola makan keseharian

Makanan yang mengandung lemak trans adalah makanan yang digoreng dengan menggunakan minyak tumbuhan yang melalui proses hidrogenasi (hydrogenated fat) contohnya seperti makanan fast food, donut, gorengan, kue, makanan ringan atau biscuit yang mengalami proses penggorengan, dan banyak makanan lainnya. Lemak trans bereaksi di dalam tubuh dan akan meningkatkan kadar kolesterol tubuh dan meningkatkan inflamasi pada sistem kardiovaskular, sehingga dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena serangan jantung.

  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung Omega-3

Omega-3 dapat mengurangi proses inflamasi dalam tubuh dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Omega-3 banyak ditemukan di dalam makanan seperti ikan, kuning telur, flaxseed oil, minyak ikan, walnut, dan lain-lain.

  • Kurangi dan hindari sedapat mungkin makanan yang mengadung gluten

Makanan yang mengandung gluten dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan organ. Gluten protein ditemukan di makanan yang mengandung tepung, dimana gluten protein ini sulit dicerna oleh tubuh. Dengan mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung kadar gluten, kita sering merasakan kembung pada perut. Gluten terdapat pada makanan-makanan seperti mie, roti, pasta, kue, dan makanan-makanan lain yang menggunakan tepung dalam proses pembuatannya.

  • Latihan beban

Berdasarkan penelitian, latihan beban atau latihan otot yang dilakukan dengan benar dan rutin, dapat secara efektif menurunkan tingkat peradangan dalam tubuh, meningkatkan kesehatan sistem kardiovaskular, dan menurunkan kemungkinan terkena penyakit diabetes.

  • Perbanyak makanan yang mengandung Zinc

Makanan yang mengadung zinc dapat menurunkan kadar inflamasi tubuh dan meningkatkan tingkat hormon testosteron dalam tubuh. Zinc dapat ditemukan pada makanan seperti kerang, daging merah, lobster, kepiting, dark chocolate, dan bayam.

  • Tidur yang cukup dan berkualitas

Kurang tidur dapat memicu tingkat inflamasi dalam tubuh. Dengan berolahraga, menjalani hidup sehat secara disiplin, manajemen stress yang baik, dan menjaga pola makan yang sehat, kita akan mendapatkan kualitas tidur yang baik, sehingga fungsi-fungsi sistem hormonal dan tingkat hormon dalam tubuh kembali ke tingkat yang normal dan seimbang, inflamasi yang terjadi di dalam tubuh pun dapat diminimalkan.

Writer: Benaya Sutanto, MSc., CFT

Editor & Proofreader : Jansen Ongko, MS.c, RD

References:

Teng,K., Voon, P. Cheng,H. Effects of partially Hydrogenated, Semi-saturated, and High Oleate Vegetable Oils on Inflammatory Markers and Lipids. May 2010.

Wall,R., Ross, R. Fatty Acids from Fish: the anti-Inflammatory Potential of Long-Chain Omega-3 Fatty Acids. Nutrition Reviews. May 2010.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21586414 Gluten-free diet in nonceliac disease.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1772873 Effects of magnesium and zinc deficiencies on growth and protein synthesis in skeletal muscle and the heart.

 http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2501147/ The importance of sleep

http://courses.washington.edu/hubio520/inflammation/Prelab/inflammation.html